Program Islam Terpadu

Pendidikan berbasis karakter Islam yang berkesinambungan dari usia dini hingga remaja menjadi suatu kebutuhan untuk membentuk kepribadian seorang muslim. Secerdas apapun seorang anak, tanpa memiliki akhlak yang baik, maka hidupnya di dunia tidak ada nilainya. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah” (HR. At tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah, dan al-Hakim).

Masa anak usia dini merupakan masa keemasan (Golden Age) dimana stimulasi seluruh aspek perkembangan anak berperan penting dan dapat menjadi pondasi keberhasilannya pada masa mendatang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa informasi awal yang diterima anak akan cenderung permanen dan menentukan kualitas serta perilaku anak pada masa berikutnya.

Untuk mencapai sebuah keidealan dalam pembinaan anak, diperlukan perpaduan pembinaan yang melibatkan anak dan orang tua dalam wadah organisasi yang berfungsi sebagai fasilitator. Sekolah dapat menjadi fasilitator jika sekolah tersebut bekerja sama dengan konsultan atau praktisi yang memahami tentang karakter manusia, sehingga pembinaan dapat lebih terarah, terukur dan berkesinambungan.

Sekolah Bina Nusantara dengan dibantu dengan metodologi dari Stifin, dapat menjadi rujukan dalam mencapai keidealan memadukan pembinaan anak dan orang tua dengan sekolah sebagai fasilitator dalam mencapai tujuan pendidikan umum. Sekolah Bina Nusantara berkomitmen untuk melakukan harmonisasi program dan pembinaan yang melibatkan anak, orang tua serta guru dengan mengetahui mesin kecerdasan anak.